RESUME MQ-PAGI
OLEH: KH. ABDULLAH GYMNASTIAR DAN DR MIFTAH FARID
KAMIS, 6 SEPTEMBER 2007

Oleh : Farid Nugroho
NIM : 06522237

Dalam menjalani hidup, kita harus senantiasa berhati-hati dengan segala yang akan kita kerjakan. Kehati-hatian tersebut meliputi perbuatan, perkataan, pangambilan keputusan dan lain sebagainya. Kehati-hatian tersebut sangat diperlukan karena semua amal yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
Dalam berbicara, kita harus mempertimbangkan apakah yang dibicarakan itu benar dan bermanfaat ataukah akan menyakiti orang lain dan apakah perkataan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Serta kita pun harus mempertimbangkan apakah kita memilih untuk berbicara atau tidak.
Kita pun harus senantiasa berdoa kepada Allah, agar kita terhindar dari kebingungan (Al Umum). Agar kita terhindar darinya, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama dengan cara musyawarah. Dengan musyawarah, masalah yang kita hadapi akan dapat terselesaikan dengan efektif. Cara yang kedua adalah dengan istikharah atau shalat dua rakaat memohon agar kita dpat memecahkan masalah yang kita hadapi dengan jalan yang diridhai oleh Allah.
Jika kita berjumpa dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan hukum (halal, sunah, haram, makruh), maka kita sebaiknya menjalankan apa-apa yang halal dan sunah serta menghindari yang haram dan makruh dan senantiasa keluar dari perbedaan pendapat. Akan tetapi, kita tidak boleh membenci orang-orang yang berbeda pendapat karena itu merupakan perbuatan dosa.
Kehati-hatian pun harus kita tanamkan ketika kita memperoleh informasi. Ketika kita memperoleh suatu informasi, kita sebaiknya melakukan tabayyun atau mengecek atas informasi yang kita peroleh. Jangan sampai terjadi suatu musibah karena adanya salah informasi.
Karena semua perbuatan, perkataan, keputusan, serta amal lain yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan, maka kita harus berhati-hati apakah semua yang kita lakukan akan membawa manfaat ataukah akan membawa mudharat baik kepada diri pribadi maupun orang lain.